Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, modus kejahatan siber kini semakin beragam dan sulit dibedakan dari aktivitas resmi. Banyak penipu kini menggunakan cara-cara yang terlihat sangat meyakinkan dan bahkan tampak seperti pihak yang ingin membantu. Salah satu modus yang sering digunakan adalah penyamaran sebagai customer service (CS) palsu, akun media sosial palsu, atau pengiriman link mencurigakan.
Modus Penipuan CS Palsu
Salah satu bentuk penipuan yang marak terjadi adalah dengan mengatasnamakan customer service bank. Pelaku dengan canggihnya meniru suara, gaya bicara, serta cara berinteraksi layaknya petugas resmi. Mereka bahkan menggunakan nomor telepon yang mirip dengan nomor resmi bank, misalnya 1500888 dengan awalan 021 atau +62 yang sering digunakan oleh Halo BCA.
Dengan peran seperti CS Halo BCA, mereka menyampaikan informasi palsu seolah-olah ada transaksi mencurigakan pada rekening atau kartu kredit korban. Lalu, mereka pura-pura menawarkan bantuan untuk membatalkan transaksi tersebut. Dengan alasan membantu, korban diarahkan untuk membuka link yang diberikan dan mengisi data pribadi. Setelah data itu didapatkan, pelaku langsung melakukan aksinya, yaitu mencuri isi rekening atau kartu kredit korban.
Modus Penipuan Akun Palsu
Selain melalui telepon, penipuan juga banyak terjadi lewat media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram. Pelaku membuat akun palsu yang menyerupai akun resmi bank, lengkap dengan foto profil, logo, hingga centang biru palsu agar terlihat lebih meyakinkan. Misalnya, penipuan mengatasnamakan akun resmi BCA biasanya menggunakan logo BCA, logo BCA Expo, atau logo lain yang diambil dari situs resmi.
Agar semakin menyerupai akun resmi, pelaku menambahkan centang biru pada profile picture. Namun, perlu diketahui bahwa akun resmi tidak pernah memiliki centang biru di dalam foto profil. Modus ini mirip dengan CS palsu, di mana pelaku mengaku dari BCA dan menyampaikan informasi palsu yang memberikan penawaran menarik atau membuat korban panik, seperti adanya transaksi mencurigakan atau rekening yang diblokir.
Dalam kondisi emosional, orang mudah tergoda untuk membagikan data pribadi atau mengikuti tautan yang diberikan. Setelah data berada di tangan penipu, akun bank dan kartu kredit akan langsung dibobol.
Modus Penipuan Link Palsu
Modus penipuan lewat tautan (link) palsu juga banyak memakan korban. Saat ini, penipuan link palsu sedang marak terjadi, dengan tampilan yang seolah-olah datang dari instansi resmi. Dengan tutur kata yang meyakinkan, pelaku memberikan penawaran yang bisa membuat korban terkecoh, seperti mengarahkan untuk membuka link dan meng-install aplikasi yang diberikan.
Setelah korban mengikuti panduan pelaku, perangkatnya bisa terkena malware yang menyebabkan data pribadi hingga saldo rekening hilang.
Tips Aman Menghindari Modus Penipuan Digital
Semakin canggih teknologi, semakin kreatif para penipu mencari celah. Tapi jangan khawatir, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar terhindar dari jebakan penipuan online:
- Jangan cepat panik atau senang saat menerima pesan mencurigakan. Saat korban tidak bisa berpikir jernih, ini yang dimanfaatkan oleh penipu.
- Selalu jaga kerahasiaan data pribadi. Jangan berikan data perbankan seperti PIN, password, kode OTP, CVV/CVC, masa berlaku kartu, dan lain-lain kepada siapa pun.
- Ingat bahaya malware! Jika ada nomor tak dikenal mengirim link atau file apk, jangan langsung klik atau unduh file sembarangan.
- Selalu ingat nomor kontak resmi, akun resmi, dan link situs resmi BCA. Contohnya:
- Telepon Halo BCA di 1500888
- WhatsApp Bank BCA di 08111500998 (centang biru)
- Akun resmi media sosial BCA bisa dicek di sini.
- Gunakan aplikasi antivirus atau software bawaan handphone untuk melindungi gadget dari aplikasi berbahaya dan malware.
Selalu waspada terhadap modus-modus penipuan terkini dengan selalu update informasinya di sini.











