Krisis BBM di Banda Aceh, Antrean Panjang dan Kelangkaan Menyebar
Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kota Banda Aceh semakin memperparah keadaan masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai mengalami kehabisan stok BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax. Hanya solar yang masih tersedia, namun kondisi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU karena lonjakan permintaan BBM akibat banjir dan pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Aceh. Warga kini tidak hanya membutuhkan BBM untuk kendaraan pribadi, tetapi juga untuk menjalankan genset di rumah maupun tempat usaha. Dengan listrik yang padam total, genset menjadi satu-satunya sumber energi yang bisa diandalkan.
Kondisi SPBU yang Mengkhawatirkan
Beberapa SPBU bahkan terpaksa menutup operasionalnya karena tidak memiliki BBM yang cukup untuk dijual kepada masyarakat. Kelangkaan BBM ini juga menyebar hingga ke tingkat pedagang eceran, di mana banyak mesin pompa Pertamini di sepanjang jalanan utama telah dimatikan. Para pedagang seperti Yusri mengaku sudah berhenti berjualan karena tidak mendapatkan suplai dari SPBU.
“Stok di semua SPBU habis. Kami tidak bisa dapat suplai lagi,” ujar Yusri, salah satu pedagang eceran. Hal ini membuat warga kesulitan dalam memperoleh BBM, terutama bagi mereka yang membutuhkannya untuk kebutuhan harian.
Antrean yang Menguras Tenaga
Lonjakan konsumsi BBM terjadi sejak banjir besar melanda Aceh dan listrik padam di banyak wilayah. Akibatnya, antrean panjang di SPBU sudah mulai terlihat sejak beberapa hari lalu. Bahkan, panjang antrean mencapai ratusan meter, membuat warga harus bersabar selama berjam-jam.
Akmal, seorang warga Banda Aceh, mengungkapkan bahwa ia sudah berkeliling lebih dari satu jam untuk mencari BBM. “Saya sudah cari minyak ke beberapa SPBU, ada yang sudah habis, dan ada yang antreannya sangat panjang,” kata Akmal.
Lestrai, warga lainnya, juga mengeluhkan antrean yang terus berlangsung. “Jam 7 kita pergi ke SPBU, antreannya sudah panjang. Selama masih ada stok kayaknya antre terus,” tambahnya.
Kendala Distribusi BBM dan LPG
Distribusi BBM dan LPG juga terganggu akibat jalur Banda Aceh–Medan yang terputus akibat banjir. Armada Pertamina terjebak di akses jalan yang rusak, sehingga menyulitkan pengiriman BBM dan LPG ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memulihkan distribusi energi untuk Aceh. Namun, kondisi jalan yang berubah-ubah serta armada yang terjebak di ruas jalan tergenang menjadi kendala utama.
“Tim suplai kami terus menyesuaikan rute dan waktu pengiriman mengikuti kondisi lapangan. Kami mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan harian agar layanan di SPBU dapat berlangsung lebih lancar,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Masalah LPG Juga Meningkat
Tidak hanya BBM, masyarakat juga mulai kesulitan membeli tabung LPG. Distribusi LPG terganggu karena jalur Banda Aceh–Medan terputus akibat banjir, membuat pasokan terhenti total. Hal ini memperparah kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
Solusi dan Harapan
Meski situasi saat ini sangat mengkhawatirkan, masyarakat diharapkan bisa bersabar dan memprioritaskan penggunaan BBM sesuai kebutuhan. Pertamina juga berupaya keras untuk memulihkan distribusi BBM dan LPG, meskipun dengan berbagai tantangan yang dihadapi.











