BeritaKriminal

Identitas Pembunuh Anak Politisi PKS Terungkap, Polisi Temukan Bukti Mengejutkan

×

Identitas Pembunuh Anak Politisi PKS Terungkap, Polisi Temukan Bukti Mengejutkan

Sebarkan artikel ini

Kasus Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon Terungkap

Pembunuhan bocah berusia 9 tahun yang merupakan anak dari seorang politisi PKS di Cilegon, Banten, akhirnya terungkap. Korban bernama Axle, yang dikenal dengan sapaan akrab tersebut, dibunuh oleh seorang perampok berinisial HA. Pelaku tidak dikenal oleh keluarga korban, sehingga kejadian ini mengejutkan seluruh masyarakat.

HA ditangkap oleh pihak kepolisian setelah diamankan saat mencoba melakukan aksi perampokan di rumah orang lain. Saat itu, pelaku mengakui bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan terhadap Axle. Kejadian pembunuhan terjadi sekitar dua minggu sebelum penangkapan HA.

Axle ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan di rumahnya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Cilegon, pada Selasa (16/12/2025). Meskipun sempat dibawa ke dokter oleh orangtuanya, nyawa Axle tidak dapat diselamatkan.

Penangkapan Pelaku dan Pengakuan Mengejutkan

Setelah Axle meninggal dunia, penyidik kepolisian segera mengusut kasus pembunuhan tersebut. Pada Jumat (2/1/2026), terduga pelaku, HA, akhirnya ditangkap. Penangkapan dilakukan tanpa sengaja, karena HA sedang mencoba merampok rumah seorang politisi. Setelah gagal mencuri, HA diamankan oleh petugas kepolisian.

Dalam interogasi, HA mengakui bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan terhadap Axle. “Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah 45 menit diamankan di TKP, datang dari Resmob Polda dan Polres. Dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS,” ungkap Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid.

Identitas Pelaku dan Motif

Kompol Firman Hamid menjelaskan bahwa HA bukanlah warga asli Banten. Ia adalah seorang perantau yang tinggal di wilayah Cilegon, khususnya di komplek Rakata. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, HA nekat melakukan aksi perampokan dari rumah ke rumah.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa ia tidak pernah bekerja di tempat orangtua korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa tujuan pelaku adalah membunuh Axle, bukan untuk mencuri harta korban.

Tidak Ada Barang yang Hilang di TKP

Dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian, polisi menemukan banyak bercak darah di rumah korban. Axle mendapatkan 22 luka, termasuk 19 luka tusukan dan tiga luka memar. Namun, satu hal yang mengejutkan adalah tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah tersebut.

Menurut AKP Sigit Dermawan, Kasi Humas Polres Cilegon, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang. Bahkan, ponsel milik korban tidak ada yang rusak atau hilang.

Kompol Firman Hamid menyampaikan bahwa alasan pelaku tidak mengambil barang di TKP diduga karena panik. “Kalau saya analisa dari TKP awal di rumahnya politisi PKS, sebenarnya niat mereka ini ada niatan mengambil barang, tapi mungkin keburu ketahuan, tidak sempat mengambil barang tersebut,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *