Kementerian ESDM Mengungkap Kebocoran Pipa Gas di Riau yang Berdampak pada Produksi Minyak Nasional
Pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di wilayah Indragiri Hilir, Riau, mengalami kebocoran yang menyebabkan gangguan terhadap operasional kegiatan migas di kawasan Rokan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi pengaruhnya terhadap produksi minyak nasional pada awal 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya sedang memantau situasi tersebut secara langsung. Ia juga akan segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan penanganan insiden berjalan efektif dan cepat.
“Sedang ditangani. Saya juga besok mau ke sana. Kita akan cek. Di wilayah Indragiri Hilir ini harus cepat kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional,” ujar Laode saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026) malam.
Peran Penting Pipa Gas TGI dalam Operasional Migas
Laode menegaskan bahwa pipa gas TGI memiliki peran strategis dalam mendukung operasi lapangan migas di Rokan. Gas yang disalurkan melalui pipa tersebut digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang mendorong mesin-mesin pompa angguk di beberapa lapangan minyak.
“(Pipa) punya TGI. (Pipa) TGI ini menyuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Banyak mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik, dan gasnya dari pipa ini. Ini harus segera kita selesaikan,” jelasnya.
Dampak pada Produksi Minyak Nasional
Meskipun angka pasti kehilangan produksi minyak belum dirilis oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) ESDM, Laode menegaskan bahwa dampak dari kebocoran ini cukup signifikan. Pemulihan harus dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu proyeksi akhir tahun lifting minyak nasional sebesar 610.000 barel per hari.
“Angkanya nanti diumumkan di Pusdatin. Ya, untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun (lifting) kita yang 610.000 (barel per hari). Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung,” tambahnya.
Penanganan Awal Insiden
Sebelumnya, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menerima laporan awal tentang kebocoran pipa gas pada jalur Grissik–Duri (GD) KP222 yang berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.
Setelah api yang timbul akibat insiden tersebut berhasil dipadamkan, seluruh section valve terdekat ditutup pada Jumat malam. Api di sekitar pipa terdampak padam sepenuhnya pada Sabtu (3/1/2026) pukul 05.35 WIB.
Komitmen TGI dalam Penanganan dan Keselamatan
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, menyampaikan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah pengamanan lokasi kejadian, keselamatan masyarakat sekitar, serta percepatan pemulihan operasional jaringan gas. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Emil memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Delapan warga yang sempat mengalami luka bakar ringan telah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Selain itu, TGI menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab atas aset warga yang terdampak serta terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna meminimalkan dampak lingkungan.
Proses Perbaikan dan Pemantauan
Saat ini, TGI fokus pada perbaikan pipa gas yang terdampak dengan estimasi waktu maksimal lima hari. Perseroan juga melakukan pemantauan tekanan gas secara intensif di jalur Grissik–Duri guna memastikan keandalan pasokan dan keamanan jaringan tetap terjaga.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
- Penanganan darurat dilakukan dengan cepat dan sesuai standar HSSE.
- Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
- Perbaikan pipa dilakukan dengan estimasi waktu maksimal lima hari.
- Pemantauan tekanan gas dilakukan secara intensif.
- Koordinasi dengan pemangku kepentingan terus dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan.











