Kasus Rekaman CCTV Inara Rusli Terus Bergulir, Dugaan Keterlibatan Lingkaran Internal
Kasus dugaan penyebaran rekaman CCTV dari rumah pribadi selebritas Inara Rusli terus mengundang perhatian publik. Informasi terbaru menunjukkan bahwa kasus ini kini mengarah pada lingkaran internal yang dekat dengan sang artis. Kuasa hukum salah satu saksi mengungkapkan bahwa setidaknya enam orang dari lingkungan terdekat Inara diduga terlibat dalam penyebaran video tersebut hingga menjadi viral di media sosial.
Pemeriksaan Saksi di Bareskrim Polri
Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan di Bareskrim Polri dan berlangsung selama beberapa jam. Proses ini dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber. Menurut kuasa hukum saksi, fokus utama penyidik adalah menelusuri bagaimana rekaman CCTV yang ada di area privat rumah Inara Rusli bisa tersebar ke publik. Penyidik juga mendalami alur akses, pihak-pihak yang memiliki kewenangan terhadap sistem CCTV, serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam pengambilan data tersebut.
Rekaman CCTV Diduga Diakses Secara Ilegal
Kuasa hukum menyatakan bahwa rekaman CCTV tersebut diduga diambil tanpa izin dan melanggar ketentuan hukum terkait akses sistem elektronik. CCTV yang berada di rumah pribadi seharusnya hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu dengan kewenangan yang jelas. Ia menekankan bahwa jika rekaman tersebut diperoleh secara ilegal, maka penyebarannya tidak dapat dibenarkan, apalagi jika digunakan untuk membentuk opini publik yang merugikan pihak tertentu.
Lingkaran Internal Jadi Sorotan Penyidik
Dalam proses pemeriksaan, muncul dugaan bahwa pihak-pihak yang terlibat merupakan orang-orang yang berada dalam satu manajemen kerja dengan Inara Rusli. Mereka diduga memiliki akses langsung atau tidak langsung terhadap sistem CCTV rumah tersebut. Enam orang yang disebut-sebut terlibat kini menjadi fokus pendalaman penyidik. Aparat penegak hukum akan menelusuri peran masing-masing, termasuk siapa yang pertama kali mengunduh, menyimpan, hingga menyebarkan rekaman ke luar lingkungan pribadi.
Motif Diduga Berkaitan dengan Keuntungan Finansial
Selain soal akses ilegal, motif penyebaran video juga menjadi perhatian. Kuasa hukum menyebut adanya dugaan motif ekonomi di balik penyebaran rekaman CCTV tersebut. Video yang kemudian viral dinilai memiliki nilai jual tinggi karena menyeret nama figur publik dan isu sensitif. Penyidik akan mengkaji apakah terdapat unsur kesengajaan untuk memperoleh keuntungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari viralnya rekaman tersebut.
Dampak Psikologis dan Reputasi Korban
Kasus ini dinilai tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga berdampak serius terhadap kehidupan pribadi dan reputasi Inara Rusli. Penyebaran rekaman dari ruang privat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hak atas privasi. Pihak kuasa hukum menilai isu yang berkembang di masyarakat telah menimbulkan tekanan psikologis dan stigma sosial, sehingga proses hukum diharapkan dapat mengungkap fakta secara objektif dan adil.
Laporan Dugaan Pelanggaran UU ITE
Sebelumnya, Inara Rusli telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan tersebut menitikberatkan pada akses ilegal serta penyebaran konten elektronik tanpa izin. Saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti digital untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana, sekaligus menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.











