Operasi Satgas Saber untuk Stabilisasi Harga Pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat upaya pengawasan terhadap harga pangan dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Operasi ini dilakukan secara serentak di 38 provinsi sejak awal Februari 2026, guna menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Pengawasan yang dilakukan mencakup seluruh tahap rantai pasok pangan, mulai dari produsen hingga pedagang eceran. Tujuannya adalah mencegah praktik penimbunan, spekulasi, serta pengambilan keuntungan berlebih yang bisa menyebabkan fluktuasi harga. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bahwa operasi ini akan terus berlangsung hingga Lebaran nanti.
Cakupan Pengawasan yang Luas
Pengawasan oleh Satgas Saber semakin meluas sepanjang awal Februari 2026. Pada 7 Februari, pemantauan dilakukan di 1.343 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 507 kabupaten/kota. Sehari kemudian, 8 Februari, pengawasan dilakukan di 1.309 titik pada 37 provinsi dan 498 kabupaten/kota. Dari total titik tersebut, Satgas Saber menjangkau seluruh mata rantai pasok pangan nasional, termasuk pedagang atau pengecer, ritel modern, pedagang grosir, distributor, agen, serta produsen.
Ketut menjelaskan bahwa perluasan pengawasan bertujuan agar seluruh daerah aktif melaporkan kondisi harga di wilayah masing-masing. “Harapan kami 38 provinsi dapat terus berjalan. Seluruh 514 kabupaten/kota bisa melaporkan pantauan harganya,” ujarnya.
Pergerakan Harga Pangan
Dampak pengawasan intensif mulai terlihat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga pekan pertama Februari 2026, BPS mencatat peningkatan jumlah daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada sejumlah komoditas pangan strategis.
Penurunan IPH paling signifikan terjadi pada telur ayam ras dengan 215 kabupaten/kota mengalami penurunan, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 152 kabupaten/kota. IPH bawang putih juga menurun di 128 kabupaten/kota. Untuk komoditas beras, penurunan IPH tercatat di 72 kabupaten/kota, sementara minyak goreng mengalami penurunan IPH di 165 kabupaten/kota.
Pada komoditas daging sapi, BPS mencatat 23 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, meningkat dari 18 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. Jumlah daerah yang mencatat kenaikan IPH daging sapi juga menurun dari 50 kabupaten/kota menjadi 42 kabupaten/kota.
Pengaruh Harga di Tingkat Rumah Potong Hewan
Ketut menilai pergerakan harga daging sapi sangat dipengaruhi kondisi harga di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). “Kalau RPH ada naik harga seribu saja, itu bisa menyebabkan kenaikan harga daging sapi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Satgas Saber kerap mendatangi RPH yang terindikasi menaikkan harga untuk memastikan penyesuaian segera dilakukan. “Kami pastikan mereka segera menurunkan, sehingga harga daging sapi di konsumen bisa antara Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu,” kata Ketut.
Distribusi Pangan yang Efisien
Penguatan pengawasan hulu sejalan dengan publikasi BPS bertajuk Distribusi Perdagangan Komoditas Daging Sapi Indonesia Tahun 2025. Laporan tersebut mencatat distribusi daging sapi langsung dari produsen ke rumah tangga mencapai 34,20 persen, sementara margin perdagangan dan pengangkutan dapat menembus 76,65 persen apabila melalui jalur distribusi panjang.
Sebaliknya, distribusi yang lebih efisien mampu menekan margin hingga 15,66 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi pemerintah sejak tahap penggemukan sapi dan RPH agar harga di tingkat konsumen tetap wajar.
Penanganan Wilayah Defisit Pasokan
Satgas Saber juga bergerak menangani wilayah defisit pasokan dan fluktuasi harga ekstrem. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menjadi salah satu perhatian setelah harga beras dilaporkan sempat mencapai Rp 1 juta per karung.
Melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Bapanas menyalurkan beras SPHP 500 kilogram, beras premium 1.500 kilogram, serta minyak goreng MinyaKita 1.200 liter. Seluruh pasokan dilepas sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan.











