BeritaNasional

Innalillahi, Dedi Mulyadi Beri Kabar Duka, Gubernur Jabar Soroti Bencana dan Perilaku Manusia

×

Innalillahi, Dedi Mulyadi Beri Kabar Duka, Gubernur Jabar Soroti Bencana dan Perilaku Manusia

Sebarkan artikel ini

Kabar duka datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Baru-baru ini, ia menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian para korban tambang ilegal yang terjebak dalam kepulan asap di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Peristiwa tersebut menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat Jawa Barat. Kepulan asap yang muncul dari dalam lubang galian tambang menjadi perhatian publik. Musibah ini diketahui telah menewaskan lima orang.

Menurut informasi yang diperoleh, kelima korban diduga merupakan penambang emas ilegal yang beroperasi di luar kawasan PT Antam. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Suprianta, mengungkapkan bahwa tiga dari lima korban adalah warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.

“Total ada lima orang (korban meninggal dunia),” ujar Kapolsek Nanggung AKP Ucup Suprianta.

Terkait peristiwa ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kabar duka melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71 pada tanggal 21 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, Dedi menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi di wilayah Sukajaya dan Cigudeg.

Ia juga berdoa agar para korban yang meninggal diberi ampunan dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Saya menyampaikan juga duka yang cukup dalam atas meninggalnya saudara-saudara kita yang melakukan kegiatan tambang di luar kawasan yang mengakibatkan ada yang menyampaikan 5 orang, ada yang menyampaikan 9 orang, ada yang menyampaikan 14 orang,” ujar gubernur Jawa Barat tersebut.


“Untuk wilayah Sukajaya dan wilayah Cigudeg itu semuanya 9 orang, semoga almarhum diterima iman islamnya, diampuni segala dosanya, dan keluarganya ditabahkan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya menjaga diri dan lingkungan untuk memitigasi bencana sebelum terjadi. Ia menyebut bahwa banyak peristiwa dan bencana yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia. Misalnya, membangun di sembarang tempat, melakukan aktivitas tanpa perhitungan, hingga air tidak punya ruang kembali.

“Selanjutnya mudah-mudahan kita semua bersama-sama bisa menjaga diri, menjaga lingkungan dan memitigasi bencana sebelum terjadi,” kata Dedi Mulyadi.

“Semoga kita semua dalam keadaan sehat, berkah, dan selalu diberi petunjuk dalam setiap kegiatan,” pungkasnya.

“Kita paham bahwa seluruh peristiwa dan bencana yang terjadi ini juga diakibatkan oleh ulah kita sebagai manusia yang gagal dalam memperlakukan alam.”

“Membangun di sembarang tempat, melakukan aktivitas tanpa perhitungan, hingga air tidak punya ruang kembali,” ujarnya.

Di akhir unggahannya, Dedi menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.

“Pagi masih gerimis dan duka mendalam kami sampaikan untuk para korban yang melakukan aktivitas tambang di luar kawasan di Sukajaya dan Cigudeg. Semoga mendapatkan tempat terbaik dari Allah swt. Aamiin,” tulisnya.

Dedi Mulyadi menyampaikan kabar duka, netizen langsung ramai berkomentar. Banyak yang ikut berduka atas musibah tersebut.

“Turut berduka…. alam adalah panggung dan kita adalah pemeran…. baiklah dalam berperan…. jadilah penjaga alam semesta, bukan penguasa,” tulis akun @sis***.

“Korban lagi. Astaghfirullah,” tambah akun @sep***.

“Innalilahi wainnailahi rojiun. Tuh kan tanbang lagi yg bikin orang meninggal,” tambah akun @fin***.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *