Nadya Noor, seorang ilustrator asal Indonesia, berbagi alasan di balik penggunaan bunga dandelion dan burung kolibri dalam karyanya. Ia dipercaya untuk membuat ilustrasi logo perayaan ulang tahun ke-56 Gramedia. Selain itu, Nadya juga terlibat dalam merancang ilustrasi untuk beberapa merchandise resmi Gramedia. Dalam proses kreatifnya, ia memasukkan filosofi tertentu melalui pemilihan elemen visual.
Nadya mengakui bahwa awalnya ia merasa bingung saat menerima tema yang diberikan oleh Gramedia. Namun, ia mencoba memahami konsep tersebut dengan menghubungkannya dengan tema tahun sebelumnya.
“Jadi kalau untuk ketika pertama kali dilempar ‘tumbuh bermakna’ sebenarnya agak bingung ya, tapi cukup familiar karena di tahun sebelumnya Gramed membawakan ‘tumbuh bersama’. Jadi, aku coba memahami konsep tersebut dengan cara yang lebih mendalam,” ujarnya saat berada di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).
Ia juga merasa memiliki keterkaitan dengan ilustrator yang sebelumnya menangani proyek Gramedia. Menurut Nadya, kesamaan gaya ilustrasi membuat konsep yang ia kembangkan terasa selaras.
“Ketika itu juga ilustratornya kebetulan teman-temanku juga, jadi bisa selaras gitu, karena gaya ilustrasinya mirip. Tapi tetap saja, harus memikirkan filosofi yang dalam,” tambahnya.
Dalam menentukan konsep visual, Nadya memilih elemen yang dekat dengan minat pribadinya. Ia dikenal menyukai ilustrasi tanaman dan bunga-bungaan, sehingga menjadi inspirasi utama dalam karyanya.
“Karena aku suka menggambar tanaman dan bunga-bungaan, jadi aku mencari unit terkecil yang jarang diperhatikan orang, tapi sebenarnya bisa menyebar ke mana-mana,” katanya.
Ia kemudian mengaitkan filosofi tersebut dengan perkembangan Gramedia yang semakin luas. Menurut Nadya, Gramedia telah hadir di berbagai lapisan masyarakat hingga dikenal oleh banyak pembaca baru.
“Gramedia sebenarnya sudah ada di mana-mana, dan tahun ini semakin ke mana-mana. Semakin ke unit terkecil, mulai dari industri buku sampai pembaca baru pun pasti kenal dengan Gramedia,” ujarnya.
Pemilihan bunga dandelion memiliki makna tersendiri dalam konsep ilustrasi tersebut. Bunga ini melambangkan penyebaran yang luas dan alami.
“Dandelion berkembang biak sendiri, tapi diterbangkan angin. Jadi dia bisa sampai ke mana-mana, tapi mungkin belum terasa apa-apa. Medium persebarannya butuh digambarkan juga,” jelasnya.
Untuk memperkuat konsep penyebaran tersebut, Nadya menambahkan elemen burung kolibri dalam ilustrasinya. Burung ini dianggap sebagai perantara yang membantu proses penyebaran dan pertumbuhan.
“Jadi aku mengajukan konsep bagaimana burung kolibri bisa menjadi medium. Membawa dari satu bunga ke bunga lain, membantu bunga itu berkembang dan berkembang biak,” tambahnya.
“Tapi sebenarnya dua konsep ini di alam tidak bertemu. Dandelion dan burung tidak bertemu sebenarnya. Tapi secara visual bisa disatukan,” lanjutnya.
Melalui ilustrasi tersebut, Nadya berharap karyanya dapat memberikan kesan ceria dan mudah diterima oleh masyarakat luas. Ia juga berharap visual yang dibuat mampu menjangkau berbagai kalangan usia.
“Ternyata bisa diwujudkan dengan flow dan tema yang mungkin, karena gambar-gambarku juga cheerful. Jadi semoga bisa diterima khalayak umum yang lebih luas, mulai dari anak-anak sampai orang tua, mungkin harapannya bisa inklusif dan diterima oleh semua kalangan,” tutupnya.
