Dominasi Tesla di Pasar Kendaraan Listrik Eropa Mulai Tergeser
Pasar kendaraan listrik (EV) Eropa yang sebelumnya dikuasai oleh Tesla kini menghadapi tantangan besar. Pada akhir tahun 2025, penjualan mobil listrik Tesla menunjukkan penurunan signifikan di berbagai pasar utama Eropa, mengakhiri tahun yang penuh dengan tekanan dan perubahan.
Banyak faktor yang menyebabkan penurunan ini, termasuk lini produk yang semakin tua, persaingan dari produsen mobil China seperti BYD, serta sentimen negatif terhadap CEO Tesla, Elon Musk. Kombinasi dari semua hal ini telah memengaruhi pangsa pasar Tesla secara drastis.
Rapor Merah di Akhir Tahun
Data terbaru dari asosiasi otomotif nasional menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan bagi Tesla. Di Prancis, jumlah pendaftaran kendaraan Tesla pada Desember 2025 hanya mencapai 1.942 unit, turun 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di Swedia, angka ini juga merosot tajam, dengan pendaftaran hanya mencapai 821 unit, turun 71 persen.
Secara keseluruhan, penjualan Tesla di Eropa turun hampir 40 persen pada tahun 2025. Hal ini terjadi meskipun pasar kendaraan listrik Eropa secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar 27 persen. Data hingga November 2025 menunjukkan bahwa pangsa pasar Tesla di Eropa, termasuk Inggris dan negara-negara EFTA, turun dari 2,4 persen pada 2024 menjadi 1,7 persen.
Penurunan Global Pertama Sejak 2020
Tekanan di Eropa tidak hanya berdampak pada pasar Eropa, tetapi juga memengaruhi kinerja global Tesla. Pada kuartal keempat 2025, Tesla melaporkan pengiriman sebanyak 418.227 kendaraan, yang meleset dari estimasi konsensus Wall Street sebesar 422.850 unit. Total pengiriman sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.636.129 unit, menandai penurunan 8,6 persen dari tahun 2024—pertama kali sejak 2020.
Disalip oleh BYD dan Produk yang Menua
Salah satu penyebab utama penurunan penjualan Tesla adalah naiknya dominasi BYD, produsen mobil China. Dalam sebelas bulan pertama tahun 2025, BYD mencatatkan penjualan sebanyak 110.715 kendaraan di Uni Eropa, meningkat 240 persen secara year-on-year. Bahkan pada November 2025, BYD berhasil melampaui Tesla dalam jumlah pendaftaran bulanan di Uni Eropa, dengan 16.158 unit dibandingkan 12.130 unit milik Tesla.
Analis industri menyatakan bahwa jajaran produk Tesla, terutama Model 3 dan Model Y, mulai kehilangan daya tarik karena dianggap “menua” dibandingkan kompetitor. Meskipun Tesla meluncurkan Model Y terbaru dengan kode nama “Juniper” di China dan Amerika Utara pada Januari 2025, pengiriman ke pasar Eropa mengalami keterlambatan yang signifikan.
Faktor Politik Elon Musk dan Regulasi
Selain kompetisi produk, citra publik Elon Musk juga menjadi beban bagi penjualan Tesla. Dukungan terbuka Musk terhadap partai sayap kanan di Eropa memicu reaksi balik dari konsumen. Di Jerman, pendaftaran Tesla anjlok sekitar 60 persen pada Januari 2025 setelah Musk menyatakan dukungan terhadap partai Alternative for Germany (AfD).
Di sisi lain, Tesla juga menghadapi hambatan regulasi. Otoritas kendaraan Belanda (RDW) membantah klaim Tesla mengenai jadwal persetujuan teknologi Full Self-Driving (FSD) pada Februari 2026. RDW menegaskan bahwa keselamatan akan menjadi penentu utama otorisasi, bukan tekanan publik atau jadwal demonstrasi.
Anomali Norwegia
Di tengah tren negatif di Eropa, Norwegia menjadi satu-satunya titik terang. Pendaftaran Tesla di negara tersebut melonjak 89 persen pada Desember, mencetak rekor penjualan tahunan tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini didorong oleh kepanikan pembeli untuk menghindari pajak kendaraan listrik baru yang mulai berlaku efektif pada Januari 2026, bukan semata-mata karena preferensi merek yang berkelanjutan.











