AgamaBerita

Wisuda Besar Madena Tahfidz Qur’an: Langkah Nyata Menyebarluaskan Kalamullah di Tasikmalaya!

×

Wisuda Besar Madena Tahfidz Qur’an: Langkah Nyata Menyebarluaskan Kalamullah di Tasikmalaya!

Sebarkan artikel ini

Perayaan Wisuda Akbar Madena Tahfidz Qur’an ke-9 di Kota Tasikmalaya

Di bawah langit yang teduh di Kota Tasikmalaya, pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447 H, sebuah perayaan besar telah berlangsung. Acara Wisuda Akbar Madena Tahfidz Qur’an ke-9 digelar setelah selesai prosesi penghafalan Al-Qur’an oleh para santri.

Terdapat 67 santri yang hadir dalam acara tersebut, mereka duduk dengan wajah berseri dan penuh semangat. Mereka seperti membawa kita kembali ke janji Allah tentang derajat tinggi bagi mereka yang menghafalkan kitab-Nya. Dalam laporannya, Ustadz Asep Farhan, pimpinan Madena Tahfidz Qur’an Perumahan Melati Mas Residence Indihiang Kota Tasikmalaya, menyampaikan apresiasi kepada peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan 1 hingga 5 juz. Ia juga memberikan motivasi kepada orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka menjadi generasi Qur’ani yang saleh dan berjanji di akhirat nanti.

Wisuda Akbar ke-9 ini adalah bukti dari usaha lembaga yang telah berdiri selama 11 tahun sejak tahun 2014. Tujuan utamanya adalah menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Penghafal Al-Qur’an. Ustadz Asep Farhan juga mendoakan agar para wisudawan menjadi anak-anak saleh yang menyenangkan orang tua mereka.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH. Aminudin Bustomi, S.Ag, Ketua Forum Hufadzil Qur’an (FHQ) DPW Jawa Barat, Ustadz Agus Yosep Abduloh, M.Pd.i, MBA serta para orang tua dan wali santri. KH. Aminudin Bustomi dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta wisuda.

“Semoga para santri yang diwisuda selalu Istiqomah dan terus mencintai Al Qur’an. Apresiasi juga saya sampaikan untuk Madena Tahfidz Qur’an dibawah pimpinan Ustadz Asep Farhan dan istri yang tiada lelah terus mewakafkan harta, waktu dan tenaga demi keberlangsungan Rumah Tahfidz ini,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan penyesalan atas ketimpangan sosial yang terjadi saat ini. Beliau mengkritik gaji anggota legislatif yang sangat tinggi, berbanding terbalik dengan nasib para guru ngaji yang jasanya tidak terukur namun diberi upah yang minim.

KH. Aminudin Bustomi menegaskan dukungannya terhadap program unggulan Pemerintah Kota, yaitu Ohan Hafiz (One Kelurahan One Hafiz), yang menargetkan satu penghafal Al-Qur’an di setiap 69 kelurahan. Beliau mengusulkan agar para pembimbing tahfidz mendapatkan bisyaroh yang layak, bahkan hingga sepuluh kali lipat dari UMK atau sekitar Rp 30.000.000 per bulan.

Usulan ini didasari pada pandangan bahwa kesejahteraan pendidik agama harus menjadi prioritas pemerintah daerah dibandingkan dengan besarnya anggaran untuk tunjangan anggota legislatif. “Sudah saatnya pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk memuliakan para penjaga Al-Qur’an melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan janji Allah dalam hadis bahwa Al-Qur’an akan mendatangi dan memuliakan para penghafalnya serta orang tua mereka di hari berhenti,” ujar Kiayi yang juga merupakan Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya ini.

Ketua Forum Hufadzil Qur’an (FHQ) DPW Jawa Barat, Ustadz Agus Yosep Abduloh juga menyampaikan apresiasinya. “Madena Tahfidz Qur’an ini benar-benar luar biasa konsistensinya dalam membimbing para penghafal Al-Qur’an. Mereka terus berjuang berkolaborasi dengan Forum Huffadzil Qur’an dan sekarang perkembangannya di Kota Tasikmalaya sangat signifikan,” ujarnya.

Menariknya lagi, yang belajar Madena Tahfidz Qur’an bukan hanya anak-anak saja, tapi ada juga program buat ibu-ibu atau santri Ummi. Jadi, tidak hanya anak-anaknya yang hebat menghafal, ibu-ibunya pun ikut semangat menghafal Al-Qur’an. Terkait sudah berjalannya kelas UMMI di Madena Tahfidz Qur’an, FHQ Jabar melakukan pengesahan tentang Rumah Tahfidz Madena tingkat kelas UMMI atau yang disebut dengan KBM-TQ (Kelompok Belajar Mengaji Tahsin dan Tahfidz Quran) Madena. Pengesahan tersebut tertuang dalam Piagam Pengesahan KBM-TQ Madena Tahfidz Kelas UMMI Nomor: 048/KBM-TQ/FHQ/2025.

Suasana khidmat seketika berubah menjadi lautan air mata saat prosesi wisuda santri mencapai puncaknya. Puluhan santri yang mengenakan mahkota kebesaran mereka serentak melangkah menuju barisan kursi orang tua. Isak tangis tak lagi terbendung ketika mahkota simbolis dan ijazah diletakkan di pangkuan ayah dan ibu, sebuah perlambang bahwa berhasil menghafal ayat-ayat suci ini bukan milik santri semata, melainkan buah dari setiap butir keringat dan do’a tak putus yang dipanjatkan orang tua di rumah.

Pemandangan yang mengharukan itu seolah membekukan waktu. Tak ada kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan seorang ayah yang dicium erat oleh sang putra, atau seorang ibu yang mendekap remaja sambil membisikkan doa syukur. Seiring dengan berakhirnya prosesi ini, Madena Tahfidz Qur’an kembali melahirkan generasi penjaga wahyu. Namun, kemenangan sejati hari ini sejatinya milik para orang tua yang dengan sabar menitipkan buah hatinya dalam pelukan ilmu. Di pelataran wisuda ini, mereka tidak hanya melihat lulusan seorang anak, tetapi juga menyaksikan investasi akhirat yang akan menjadi mahkota kemuliaan bagi mereka di hadapan Sang Khalik kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *