
Transparansi dan Komitmen BCA dalam Laporan Tahunan & Keberlanjutan 2024
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menunjukkan komitmennya terhadap transparansi tata kelola perusahaan dengan menyampaikan koreksi atas Laporan Tahunan & Keberlanjutan (ESG) Tahun 2024 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Laporan ini dirilis menjelang akhir pekan dan memberikan wawasan mendalam tentang operasional bank swasta terbesar di Indonesia. Selain fokus pada profitabilitas, laporan ini juga menyoroti ketahanan bisnis BCA dari sisi lingkungan dan sumber daya manusia.
Ambisi Net Zero Emission 2060
Dalam bagian laporan mengenai kinerja lingkungan, BCA secara jelas menyatakan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Komitmen ini diperkuat dengan partisipasi perseroan dalam seremonial penandatanganan NZE Indonesia yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Total konsumsi energi listrik BCA selama tahun pelaporan mencapai angka fantastis sebesar 177.032.383 kWh. Meski demikian, manajemen BCA telah merumuskan strategi iklim sebagai pedoman dekarbonisasi, termasuk pembelian sertifikat energi terbarukan dan efisiensi operasional digital.
Dominasi “Srikandi” dan Loyalitas Karyawan
Data yang paling menarik dari laporan kinerja sosial adalah struktur demografi pegawai BCA. Dari total pegawai, tercatat dominasi perempuan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 61,13 persen atau sebanyak 16.220 orang. Sementara itu, jumlah pegawai laki-laki hanya berjumlah 10.312 orang (38,87 persen).
Angka ini menempatkan BCA sebagai salah satu emiten dengan tingkat kesetaraan gender terbaik di sektor perbankan. Selain itu, indikator kenyamanan kerja di BCA terbilang luar biasa. Tingkat pergantian pegawai (turnover rate) tercatat sangat rendah, hanya di angka 3,4 persen. Rendahnya angka karyawan yang mengundurkan diri ini sering kali dibaca oleh analis sebagai sinyal manajemen yang solid dan produktivitas yang terjaga, berbeda dengan tren startup atau perusahaan lain yang memiliki turnover tinggi.
Tata Kelola dan Anti-Korupsi
Dari sisi tata kelola (Governance), BBCA memastikan independensi yang kuat dengan kehadiran 3 komisaris independen. Tingkat kehadiran direksi dan komisaris dalam rapat dewan pun tercatat sangat tinggi, masing-masing di atas 91 persen dan 96 persen, menunjukkan dedikasi pengawasan yang ketat.
Laporan ini juga menegaskan kembali kebijakan “Zero Tolerance” terhadap korupsi dan gratifikasi, serta penerapan kode etik yang ketat untuk mencegah benturan kepentingan di level manajemen puncak.
Penutup
Bagi investor asing yang sangat peduli pada skor ESG, rilis data ini menjadi sentimen positif untuk pergerakan saham BBCA ke depannya. Namun, artikel ini bersifat informasi berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda (Do Your Own Research). Penulis dan redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
