BencanaBeritaNasionalSumut

BNPB: Longsoran Tanah 50 Km Putus Akses Tapanuli Tengah dan Sibolga, Butuh 3 Hari

6

Kondisi Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memberikan informasi terbaru mengenai situasi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Sampai hari ke-4, petugas dari tim gabungan masih dikerahkan untuk membuka akses di sebagian wilayah yang masih terputus dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Suharyanto menyampaikan bahwa Kota Medan, ibu kota provinsi, sempat terkena dampak banjir. Namun, ia menekankan bahwa Sumatera Utara adalah wilayah pertama yang terkena bencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan deras mulai terjadi pada tanggal 25 dan 26 November 2025, sehingga penanganan lebih lanjut dilakukan pada tanggal 27 November 2025.

Wilayah Terdampak yang Sudah Dapat Penanganan

Dalam pemaparannya, Suharyanto menyebutkan bahwa beberapa wilayah seperti Langkat, Medan, Tebing Tinggi, dan Asahan sudah relatif teratasi. Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut tidak lagi memerlukan penanganan terpusat dari Pemerintah Pusat.

Namun, ada daerah lain di Sumatera Utara yang menjadi PR besar bagi BNPB dalam proses evakuasi, yaitu Tapanuli. Ia menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak meliputi Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga dan Langkat.

Menurut Suharyanto, saat ini dua wilayah yang membutuhkan perhatian serius adalah Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Tapanuli Tengah dan Sibolga Masih Terisolir

Suharyanto menjelaskan bahwa Tapanuli Tengah dan Sibolga menjadi dua wilayah di Sumatera Utara yang masih terisolir pasca-banjir dan tanah longsor. Ia menyampaikan bahwa akses ke Tapanuli Tengah hanya bisa dicapai lewat udara, sementara Sibolga dapat diakses lewat darat maupun laut.

Ia juga menyinggung tentang viralnya video di media sosial yang menunjukkan masyarakat di dua wilayah tersebut mengambil bahan makanan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah penjarahan atau merusak, tetapi masyarakat hanya mengambil bahan makanan karena keterbatasan persediaan.

“Mungkin mereka khawatir dan takut karena tertutup, sehingga melakukan hal itu,” ujarnya.

Upaya Membuka Jalur Transportasi

BNPB sedang berupaya keras untuk membuka jalur transportasi agar dapat menembus daerah yang aksesnya masih terputus. Suharyanto menjelaskan bahwa jalur dari Tapanuli ke Sibolga masih terganggu akibat longsoran yang sangat panjang.

Ia menyebutkan bahwa jarak longsoran tersebut mencapai hampir 50 km. Saat ini, satgas gabungan TNI dan Polri sedang berusaha membuka jalur tersebut. Menurut informasi terbaru, diperlukan waktu sekitar 3 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Korban dan Pengungsian

Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah korban jiwa di wilayah Sumatera Utara tercatat sebanyak 172 orang, dengan 147 orang dinyatakan hilang. Banyak masyarakat yang selamat harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Exit mobile version