BencanaBerita

Dampak cuaca ekstrem, BPBD laporkan tujuh kejadian di dua kecamatan Tasikmalaya

Cuaca Ekstrem di Kabupaten Tasikmalaya Mengakibatkan Tujuh Kejadian Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada tujuh kejadian dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut pada Minggu (1/2/2026). Dampak cuaca ekstrem ini tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Padakembang dan Sukaratu.

Di Kecamatan Padakembang, kejadian terjadi di Desa Rancapaku dengan tiga titik kerusakan dan Desa Cisaruni dengan tiga titik pohon tumbang. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Sukaratu, kejadian terjadi di Desa Tawangbanteng dengan satu titik kerusakan.

Beberapa fasilitas rumah warga rusak akibat angin kencang, serta akses jalan penghubung Ciawi-Singaparna tertutup oleh pohon yang tumbang. Petugas BPBD sedang melakukan penilaian di berbagai titik yang terdampak bencana angin kencang yang menyebar di dua kecamatan.

Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya Cahyono Rahmat menyatakan bahwa dari sebaran bencana karena angin kencang, dua rumah mengalami kerusakan di bagian atap dan masih dilakukan pendataan. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendataan di sejumlah titik yang terdampak, karena bencana tidak hanya terjadi di satu lokasi saja.

“Untuk rumah ada dua, salah satunya milik sekdes setempat dengan kebutuhan terpal. Sedangkan sisanya bencana di area jalan yakni pohon tumbang dan sempat menutup akses jalan penghubung,” ucap mantan Sekcam Padakembang ini.

Cahyono mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana untuk lebih waspada, mengingat cuaca ekstrem cukup tinggi. Sampai saat ini laporan dampak cuaca ekstrem ada di dua kecamatan tersebar di tiga desa.

Sebelumnya, pohon rambutan dan kerai payung tumbang dan menutup jalan penghubung Ciawi-Singaparna, tepatnya di Kampung Cikasasah, Desa Cisaruni, Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/2/2026). Kejadian terjadi sekira pukul 13.30 WIB akibat hujan deras disertai angin. Dalam peristiwa tidak ada korban jiwa, tapi sempat menutup akses jalan penghubung.

Dalam video yang beredar, terlihat pemotor yang melintas membantu petugas BPBD dan FK Tagana melakukan pembersihan pohon yang menutup jalan. Petugas pun harus menggunakan gergaji mesin untuk memotong pohon Kerai Payung yang ukurannya cukup besar. Proses evakuasi membutuhkan waktu kurang lebih dua jam, karena pohon tersebut harus dipotong beberapa bagian untuk bisa dievakuasi.

“Untuk kejadian tadi siang ada pohon tumbang akibat hujan deras di Jalan Ciawi–Singaparna,” ungkap Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya dikonfirmasi, Minggu.

Jembar menjelaskan, pohon yang tumbang sempat mengganggu akses penghubung Ciawi–Singaparna, karena ukuran pohon cukup besar. Penanganan saat ini tengah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Tagana, PLN serta dibantu masyarakat setempat untuk membersihkan pohon tumbang. Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Sebelumnya, sebanyak 31 kejadian akibat cuaca ekstrem melanda Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terhitung sejak Jumat (23/1) sampai Sabtu (24/1/2026). Untuk kejadian Kota Tasikmalaya mencatat ada 21 kejadian akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang. Dampak paling dominan berupa pohon tumbang dan atap rumah warga roboh yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mangkubumi, Indihiang, Tamansari, Cibeureum, Cipedes, Kawalu, hingga Bungursari. Namun, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

“Sejak laporan pertama itu di hari Jumat, kejadian terus bertambah. Hingga pukul 14.00 WIB. Bahkan pada Sabtu malam juga ada beberapa kejadian akibat puting beliung, total ada 21 kejadian dalam dua hari,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Hanafi menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini sebelumnya telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan, hujan disertai angin kencang diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 29 Januari 2026.

“Di Tasikmalaya, curah hujan memang tidak terlalu tinggi dalam beberapa hari terakhir, tetapi angin kencang justru cukup dominan dan berbahaya,” kata Hanafi.

BPBD Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Warga yang tinggal di sekitar pohon besar, bangunan tua, atau wilayah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat langsung ke BPBD atau melalui call center 112 yang bebas pulsa,” tuturnya.

Sementara itu, kejadian serupa terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Beberapa Kecamatan terdampak pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Adapun Kecamatan yang terdampak ada di Kecamatan Singaparna, Salawu, Kadipaten, Cigalontang, Kadipaten, Puspahiang, Leuwisari, Sodonghilir, Sukaraja, dan Cibalong.

“Untuk kejadian tersebut terjadi sejak Sabtu siang sampai Minggu dinihari. Dan semuanya karena cuaca ekstrem dan angin kencang mengakibatkan beberapa rumah rusak karena pohon tumbang,” ungkap Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya dikonfirmasi.

Jembar mengaku, semua kejadian karena angin kencang dan kerusakan bervariasi tapi sudah di assessment ke dinas terkait. “Laporan yang masuk ada 10 kejadian didominasi pohon tumbang. Memang tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi cuaca ekstrem ini harus di waspadai hingga akhir bulan Januari 2026,” ucapnya.

Ia menambahkan, beberapa Kecamatan ada yang masih rawan longsor seperti Salawu, Cigalontang, Leuwisari dan Sodonghilir. “Kami terus berkoordinasi dengan dinas lintas sektor maupun pemerintah daerah memantau kewaspadaan di setiap kecamatan,” katanya.

Exit mobile version