BeritaInternasionalNasional

Gibran Siap Berpidato di KTT G20, Lagi Pakai Bahasa Inggris?

10
×

Gibran Siap Berpidato di KTT G20, Lagi Pakai Bahasa Inggris?

Sebarkan artikel ini

Gibran Siap Berpidato di G20, Apakah Kembali Gunakan Bahasa Inggris?

Di tengah antusiasme publik, Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka akan kembali berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Johannesburg, Afrika Selatan. Pidato ini menjadi yang ketiga kalinya dalam forum tersebut, dan banyak yang menantikan apakah ia kembali menggunakan bahasa Inggris seperti dua kali sebelumnya.

Gibran mengatakan bahwa pidatonya akan membahas isu kecerdasan buatan (AI) serta pentingnya mineral kritis dalam transisi energi. Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada persiapan khusus selain meminta doa agar pidatonya berjalan lancar. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa isu AI dan mineral kritis akan menjadi fokus utama.

Perjalanan Gibran Menuju Venue

Dari pantauan di lokasi acara, Gibran tampak mengenakan jas abu-abu lengkap dengan peci hitam saat berangkat dari tempat bermalam menuju venue sekitar pukul 09.40 waktu setempat atau 14.40 WIB. Ia dijadwalkan berpidato pada urutan ke-17. Sebelumnya, Gibran telah tampil di dua sesi sebelumnya dengan menggunakan bahasa Inggris, yang membuat banyak orang penasaran apakah ia akan kembali menggunakan bahasa tersebut.

Kilas Balik Dua Sesi Sebelumnya

Pada sesi pertama, Gibran menyoroti inklusi keuangan dengan contoh sistem pembayaran QRIS karya anak bangsa, serta membahas peluang dan risiko kripto. Dalam pidatonya, ia membuka sambutan dengan kalimat resmi: “Allow me to begin by extending President Prabowo’s warm regards to President Ramaphosa.” Ia juga menekankan pentingnya dialog baru di G20 mengenai ekonomi intelijen.

Sementara itu, pada sesi kedua, Gibran mempromosikan konsep ketahanan berkelanjutan. Dalam bahasa Inggris, ia menyampaikan: “For Indonesia, resilience is not a slogan, it is a daily reality.” Ia menjelaskan bahwa bagi Indonesia, ketahanan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan sehari-hari, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi.

Sorotan Publik di Tanah Air

Pidato Gibran berbahasa Inggris di dua sesi sebelumnya menuai sorotan warganet. Sebagian mengapresiasi kelancaran penyampaian, menyebutnya sebagai representasi Indonesia di forum global. Ada pula yang membandingkan dengan Presiden Jokowi, menilai gaya Gibran lebih fasih. Reaksi beragam ini menunjukkan pidato Gibran bukan hanya agenda diplomasi, tetapi juga menjadi bahan diskusi publik di dalam negeri.

Isu Global yang Dibahas

Isu AI dan mineral kritis menjadi sorotan utama G20 tahun ini. Negara-negara anggota menekankan perlunya regulasi global agar perkembangan kecerdasan buatan tidak menimbulkan risiko sosial maupun ekonomi. Sementara mineral kritis seperti nikel, kobalt, dan litium sangat dibutuhkan untuk transisi energi dan industri teknologi tinggi. Afrika Selatan menekankan pentingnya akses adil bagi negara berkembang.

Cermin Indonesia di Panggung Dunia

Pidato ketiga Gibran di KTT G20 Afsel bukan hanya soal AI dan mineral kritis, tetapi juga menjadi cermin bagaimana Indonesia tampil di panggung global. Publik menanti apakah ia kembali berbahasa Inggris, sebuah sorotan yang menambah dimensi human interest di balik agenda serius forum internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *