BencanaBeritaNasional

Kunjungan Verrell Bramasta ke Sumatera Disorot Karena Pakai Rompi, Ini Pesan Kesederhanaannya

Klarifikasi Verrell Bramasta Mengenai Penampilannya Saat Berkunjung ke Sumatera

Verrell Bramasta, seorang artis sekaligus anggota DPR dari Fraksi PAN, menghadapi perhatian publik setelah berkunjung ke lokasi banjir di Padang. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi korban bencana, namun penampilannya justru menjadi sorotan.

Dalam unggahannya di media sosial, Verrell terlihat memakai tactical vest dan kacamata hitam saat berinteraksi dengan warga. Penampilan tersebut menimbulkan berbagai komentar warganet yang menilai gaya itu kurang sesuai dengan situasi kemanusiaan.

Postingan di Media Sosial Tentang Kesederhanaan

Setelah viral, Verrell Bramasta kemudian memposting video dengan caption mengenai kesederhanaan. Dalam video tersebut, ia membagikan momen-momen aktivitasnya, mulai dari rapat, berbincang di meja kerja, hingga bertemu dengan banyak orang.

Melalui caption, Verrell mengungkapkan makna kesempurnaan dan kesederhanaan. Ia menulis:

“Jika kesempurnaan itu ada, mungkin dia bersembunyi dalam hal-hal yang sederhana, dalam cara kita mendengar dengan sungguh-sungguh, dalam cara kita memahami dengan hati yang terbuka, dalam cara kita tetap peduli, dimana pun kaki melangkah dan kapan pun waktu berlalu.”

Verrell Ungkap Bukan Rompi Anti-Peluru

Menanggapi kritik tersebut, Verrell akhirnya memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa rompi yang dikenakannya bukan rompi anti-peluru. Melainkan tactical vest biasa yang umum digunakan dalam aktivitas lapangan.

Rompi tersebut dilengkapi sistem kantong modular (MOLLE), sehingga memudahkannya membawa perlengkapan penting seperti ponsel, powerbank, obat-obatan, dan alat komunikasi darurat.

“Di area bencana, situasi sangat dinamis dan penuh risiko, saya harus bisa bergerak cepat sambil membawa perlengkapan penting. Tactical vest membuat saya lebih siap,” jelas Verrell dalam keterangan resminya, Selasa (2/12/2025).

Verrell menegaskan bahwa tujuan utamanya datang ke Padang adalah untuk membantu para korban banjir. Ia berharap perhatian publik tidak terpaku pada penampilannya.

“Niat saya hanya ingin membantu warga dan setidaknya mengurangi sedikit beban serta trauma mereka,” ujarnya.

Data BNPB Mengenai Korban Banjir dan Longsor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Selasa (2/12/2025) pukul 11.00 WIB, terdapat 631 korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Rinciannya, di Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 173 jiwa. Data tersebut tercantum dalam Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025 di situs Pusdatin BNPB.

Exit mobile version