Langkah Awal Perawatan Kulit: Mencuci Wajah
Perawatan kulit dimulai dari langkah paling dasar, yaitu mencuci wajah. Namun, pertanyaan klasik yang sering muncul adalah apakah wajah benar-benar perlu dibersihkan dua kali sehari? Hal ini menjadi dilema terutama bagi mereka yang memiliki kulit kering, sensitif, atau justru berminyak berlebih.
Menurut pendapat para dokter kulit, kebiasaan mencuci wajah memang penting, tetapi cara dan frekuensinya harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing individu. Berikut penjelasan lengkap mengenai seberapa sering kita sebenarnya perlu mencuci wajah.
Seberapa Sering Kita Harus Mencuci Wajah?
Secara umum, membersihkan wajah dua kali sehari dianggap sebagai praktik ideal. Menurut Julie Russak, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Russak Dermatology Clinic, di pagi hari kulit mengeluarkan racun dan minyak selama proses detoksifikasi saat tidur. Jika tidak dibersihkan, kotoran ini akan menumpuk.
Pada malam hari, pembersihan lebih wajib karena wajah telah terpapar polutan, debu, riasan, dan minyak sepanjang hari. Pagi hari biasanya cukup menggunakan air, sedangkan malam hari dianjurkan memakai pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit.
Jenis Kulit Berminyak: Dua Kali Sehari Tapi Jangan Terlalu Sering
Bagi pemilik kulit berminyak atau mudah berjerawat, mencuci wajah berlebihan justru dapat memperburuk keadaan. Terlalu sering membersihkan wajah bisa memicu produksi minyak lebih banyak.
Rutinitas terbaik menurut Aanand Geria, MD, dokter kulit bersertifikat di Verona:
- Sekali di pagi hari
- Sekali di malam hari
- Gunakan pembersih berbusa
- Pilih produk dengan asam salisilat untuk mengurangi minyak dan membersihkan pori
Jangan lupakan pelembap—tanpa hidrasi, kulit malah memproduksi minyak ekstra.
Kulit Kering atau Sensitif: Dua Kali Sehari Tapi Lebih Lembut
Kulit kering dan sensitif tetap membutuhkan pembersihan rutin—dua kali sehari—namun dengan pendekatan yang jauh lebih lembut. Pilih pembersih non-foam agar tidak mengikis minyak alami.
Tips tambahan:
- Gunakan air dingin saat mencuci wajah di pagi hari
- Menurut Michele Green, MD, seorang dokter kulit kosmetik di New York City, hindari air panas karena dapat memperparah iritasi, eksim, dan rosacea
- Pembersih cukup digunakan pada malam hari; pagi hari bisa hanya bilas air
Air panas dapat membuat kulit memerah, mendekhidrasi, dan membuat tekstur semakin sensitif.
Kulit Kombinasi: Dua Kali Sehari Tetap Jadi Standar
Kulit kombinasi membutuhkan keseimbangan antara pembersihan yang efektif dan kelembutan. Pembersih berbusa menjadi pilihan ideal, karena tidak terlalu keras pada area kering namun tetap mampu membersihkan bagian berminyak.
Sebaiknya gunakan produk yang:
- Bebas pewangi
- Bebas sabun
- Bebas paraben
Risiko Mencuci Wajah Terlalu Sering
Meskipun kebersihan penting, over-cleansing justru merusak lapisan pelindung kulit. Ketika minyak alami hilang, kulit menjadi mudah iritasi, lebih kering, dan rentan berjerawat. Bahkan, perlindungan kulit terhadap paparan UVA dan UVB bisa menurun.
Kulit yang terlalu sering dibersihkan dapat menunjukkan gejala:
- Kering dan bersisik
- Gatal
- Mudah merah
- Barrier kulit melemah
Risiko Kurang Mencuci Wajah
Sebaliknya, jarang membersihkan wajah juga berdampak buruk, ujar Dr. Aanand Geria. Penumpukan bakteri, kotoran, minyak, sisa makeup, dan polutan dapat memicu jerawat, kekeringan, hingga dermatitis.
Membersihkan wajah dua kali sehari menjadi titik keseimbangan terbaik—membersihkan tanpa merusak kelembaban alami kulit.
