MobilOtomotif

Hati-hati! Perawatan Mobil Ini Malah Rusak Lebih Cepat

Pentingnya Perawatan Mobil yang Tepat dan Benar

Merawat mobil merupakan kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan, baik itu mobil baru maupun mobil yang sudah berumur. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa perawatan mobil hanya sebatas mengganti oli dan filter oli. Padahal, semakin bertambahnya usia kendaraan, semakin kompleks kebutuhan perawatannya.

Pada mobil baru, perawatan memang relatif sederhana, biasanya hanya meliputi penggantian oli rutin, filter AC, dan kampas rem dalam beberapa tahun pertama. Namun, pada mobil yang berusia lebih dari tiga tahun, perawatan menjadi lebih kompleks, seperti peremajaan kaki-kaki, flushing oli transmisi, flushing minyak rem, dan perawatan lainnya yang sebenarnya sudah tercantum di buku manual kendaraan.

Masalahnya, antusiasme berlebihan dalam merawat mobil justru sering berujung pada kesalahan. Niat awal untuk menjaga kondisi mobil agar tetap prima malah berpotensi menimbulkan kerusakan. Berikut ini lima jenis perawatan mobil yang sering dianggap bermanfaat, tetapi justru bisa merusak mobil jika dilakukan dengan cara yang keliru.

1. Penggunaan Foam AC

Perawatan sistem AC memang penting dan seharusnya dilakukan sesuai interval yang dianjurkan pabrikan, termasuk pembersihan evaporator, kondensor, dan jalur AC. Namun, biaya perawatan AC menyeluruh sering dianggap mahal, sehingga banyak orang memilih alternatif berupa foam AC.

Foam AC biasanya disemprotkan melalui kisi-kisi AC. Meski pada awalnya terlihat efektif karena mampu meluruhkan debu, cairan ini justru meninggalkan residu berminyak. Residu tersebut dapat menarik debu baru dan menumpuk di evaporator. Dalam jangka panjang, evaporator bisa berkerak, keropos, hingga bocor. Akibatnya, freon keluar dan AC tidak lagi dingin. Biaya penggantian evaporator jauh lebih mahal dibandingkan perawatan AC yang benar sejak awal.

2. Poles Body Terlalu Sering

Memoles body mobil memang membuat tampilan terlihat mengilap. Namun, poles yang dilakukan terlalu sering justru berbahaya. Setiap proses pemolesan akan mengikis lapisan clear coat, yaitu lapisan pelindung cat mobil dari sinar UV, goresan halus, dan hujan asam.

Jika clear coat semakin menipis, cat mobil akan lebih mudah kusam dan rentan tergores. Dalam jangka panjang, mobil justru terlihat lebih buruk. Idealnya, poles body cukup dilakukan sekitar satu tahun sekali, dengan catatan mobil dijaga kebersihannya secara rutin.

3. Gurah Mesin Terlalu Sering

Gurah mesin dikenal mampu meningkatkan performa kendaraan karena membersihkan kerak karbon di ruang bakar. Efeknya memang terasa signifikan, tetapi perawatan ini tidak boleh dilakukan terlalu sering.

Cairan gurah umumnya bersifat asam. Jika digunakan berlebihan, bukan hanya kerak yang terangkat, tetapi juga komponen mesin berisiko ikut terkikis. Sebagai acuan, gurah mesin sebaiknya dilakukan satu tahun sekali atau setiap dua kali penggantian oli. Interval tersebut sudah lebih dari cukup untuk menjaga performa mesin tanpa menimbulkan risiko kerusakan.

4. Penggunaan Semir Ban Berlebihan

Ban yang terlihat hitam pekat memang menambah kesan bersih dan rapi pada mobil. Namun, penggunaan semir ban setiap hari atau terlalu sering justru berbahaya. Banyak produk semir ban mengandung silikon yang dapat merusak lapisan karet ban.

Selain itu, semir ban membuat dinding ban menolak air, padahal air dibutuhkan untuk menjaga kelembapan dan elastisitas karet. Jika ban terlalu kering, dinding ban bisa mengeras dan retak. Penggunaan semir ban satu kali dalam seminggu sudah cukup untuk menjaga tampilan tanpa merusak kualitas ban.

5. Mengganti Oli Kompresor AC

Banyak bengkel umum menyarankan penggantian oli kompresor AC pada jarak tempuh tertentu. Padahal, jika merujuk pada buku manual kendaraan, umumnya tidak terdapat anjuran penggantian oli kompresor secara berkala.

Pengurasan oli kompresor secara total justru berisiko merusak kompresor AC. Jika setelah perbaikan AC oli dirasa berkurang, seharusnya cukup dilakukan penambahan, bukan penggantian total. Sistem AC, baik pada mobil maupun perangkat lain, pada dasarnya tidak dirancang untuk pengurasan oli kompresor secara rutin.

Perawatan mobil memang penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan yang berlebihan atau keliru tidak hanya membuang biaya, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan serius. Memahami fungsi setiap perawatan dan mengikuti panduan resmi menjadi kunci utama agar mobil tetap awet dan nyaman digunakan.

Exit mobile version