BeritaInternasional

Petugas ICE Kian Kasar, Bunuh Perempuan di Minneapolis

Insiden Penembakan di Minneapolis: Kekacauan dan Protes yang Meningkat

Insiden penembakan yang terjadi di lingkungan perumahan di Minneapolis, Minnesota, menimbulkan kekacauan besar dan protes yang meningkat. Petugas federal dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) menembak mati seorang wanita, Renee Nicole Good, yang berusia 37 tahun. Kejadian ini terjadi pada Selasa waktu setempat, tepat saat protes terhadap tindakan keras imigrasi Presiden Donald Trump sedang berlangsung.

Rincian Insiden

Dari video yang dirilis, terlihat SUV berwarna gelap menghalangi lalu lintas sebelum dikepung oleh petugas penegak hukum. Kendaraan tersebut kemudian mundur sebentar dan melaju kembali, ketika salah satu petugas melepaskan tembakan. Korban, yang dikenal sebagai Renee Nicole Good, diketahui memiliki sifat penuh kasih sayang dan pemaaf. Ibu korban, Donna Ganger, menggambarkan putrinya sebagai manusia yang luar biasa.

Pihak berwenang, termasuk FBI, sedang menyelidiki insiden tersebut. Setelah tembakan, SUV Good terlihat dengan lubang peluru menembus kaca depannya dan darah berceceran di sandaran kepala. Seorang saksi, Venus de Mars, menggambarkan bagaimana paramedis melakukan CPR pada seorang wanita yang terjatuh di samping timbunan salju dekat mobil yang jatuh. Tak lama setelah itu, mereka memasukkannya ke dalam ambulans dan pergi tanpa menyalakan sirine.

Reaksi dari Saksi dan Warga Sekitar

Emily Heller, seorang warga di dekat lokasi kejadian, mengatakan bahwa agen ICE memberi tahu pengemudi untuk “keluar dari sini.” Heller menggambarkan bagaimana agen tersebut berada di depan mobil dan menembak wajah korban sebanyak tiga hingga empat kali.

Insiden ini menandai peningkatan dramatis dalam tindakan penegakan imigrasi selama masa jabatan kedua Trump. Situs berita Trace telah mendokumentasikan setidaknya 28 kejadian di mana agen federal melepaskan tembakan atau mengacungkan senjata selama operasi penegakan imigrasi. Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya empat orang tewas dan lima terluka sebelum penembakan hari Rabu.

Pernyataan dari Pihak Berwenang

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, menuduh wanita tersebut mengincar agen ICE, menuduh dia telah “mempersenjatai” kendaraannya. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai “tindakan terorisme dalam negeri.”

Namun, Walikota Minneapolis Jacob Frey menolak karakterisasi tersebut, mengatakan bahwa agen ICE telah “secara sembrono” menembak wanita tersebut. Frey juga menambahkan bahwa agen imigrasi “menyebabkan kekacauan di kota kami.” Ia mengecam tindakan tersebut sebagai tidak pantas dan menuntut agar semua pihak tetap tenang.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, juga mengecam penembakan tersebut sebagai tindakan yang “dapat diprediksi” dan “sepenuhnya dapat dihindari.” Ia mendesak siapa pun yang berpartisipasi dalam protes untuk tetap bersikap damai dan menyiagakan Garda Nasional negara bagian tersebut.

Lingkungan dan Protes

Kota metropolitan di wilayah barat tengah yang terdiri dari Minneapolis dan St Paul – yang dikenal sebagai Kota Kembar – berada dalam kondisi gelisah sejak DHS mengumumkan pihaknya telah mengerahkan 2.000 petugas untuk berpartisipasi dalam tindakan keras di sana. Lokasi penembakan terjadi di lingkungan sederhana di selatan pusat kota Minneapolis, hanya beberapa blok dari beberapa pasar imigran tertua di daerah tersebut.

Masyarakat bereaksi di dekat mural George Floyd, Rabu (21/4), setelah mantan anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, dinyatakan bersalah atas semua tuduhan terkait pembunuhan Floyd di Atlanta, Georgia. – (EPA-EFE/ERIK S. LESSER )

Lokasi tersebut juga berjarak 1,6 km dari tempat George Floyd dibunuh oleh polisi pada tahun 2020. Pengadilan memutuskan petugas Derek Chauvin bersalah atas pembunuhannya, dan video kematiannya menyebabkan protes nasional terhadap kebrutalan polisi. Protes tersebut merupakan protes terbesar pada masa jabatan pertama Trump sebagai presiden.

Tindakan Politik dan Ekonomi

Selama masa jabatan keduanya, Trump menghadapi pengawasan ketat atas upaya deportasi massalnya, yang menyebabkan penegakan hukum federal membanjiri komunitas di seluruh negeri. Pemerintah telah meluncurkan kampanye perekrutan untuk meningkatkan peringkat ICE dengan cepat, namun para agen telah berulang kali menghadapi pengawasan ketat atas perilaku dan pelatihan mereka.

RUU pajak yang disahkan tahun lalu oleh Kongres yang didominasi Partai Republik mengalokasikan 75 miliar dolar AS untuk anggaran personel, penegakan hukum, dan penahanan ICE selama empat tahun ke depan. Pendanaan tersebut menjadikan ICE sebagai lembaga penegak hukum dengan sumber daya paling banyak di negara ini, dengan anggaran yang jauh melebihi anggaran militer sebagian besar negara di dunia.

Reaksi dari Tokoh Politik

Dalam sebuah postingan di Truth Social, Trump mengklaim, tanpa bukti, bahwa wanita yang dibunuh pada hari Rabu adalah seorang “agitator profesional.” Dia secara luas menyalahkan situasi ini pada kelompok “kiri radikal,” sebuah label tidak berbentuk yang sering dia gunakan untuk mengkritik kebijakannya.

Anggota Kongres Ilhan Omar, yang mewakili Minneapolis, termasuk di antara mereka yang mengecam operasi imigrasi dan konsekuensi mematikannya. Dia mengecam pemerintahan Trump karena menyebarkan kebohongan. “Anda berbohong. Tidak ada upaya untuk menabrak petugas dan tidak ada agen ICE yang terluka,” tulisnya di X, di mana ia juga mengunggah video penembakan yang beredar luas. “Keluar dari kota kami,” tambahnya.

Exit mobile version