Perkembangan Industri Otomotif Indonesia dengan Hadirnya Mobil Listrik Lokal
Industri otomotif di Indonesia sedang mengalami perubahan besar dengan munculnya mobil listrik buatan dalam negeri. Salah satu perusahaan yang turut berkontribusi adalah Polytron, sebuah perusahaan elektronik asal Kudus, Jawa Tengah. Pada Mei 2025, Polytron secara resmi meluncurkan dua model mobil listrik pertamanya, yaitu Polytron G3 dan G3+.
Peluncuran ini tidak hanya menjadi tanda 50 tahun eksistensi Polytron di pasar Indonesia, tetapi juga merupakan langkah strategis perusahaan untuk mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Langkah ini dianggap sebagai gebrakan penting, mengingat Polytron sebelumnya dikenal sebagai produsen elektronik rumah tangga. Kini, perusahaan tersebut memperluas portofolionya ke sektor otomotif, mengikuti tren elektrifikasi kendaraan yang semakin pesat berkembang di Tanah Air.
Desain dan Spesifikasi Mobil Listrik Polytron
Polytron G3 dan G3+ hadir dalam format SUV lima penumpang dengan desain modern dan futuristik. Dimensi G3 mencakup panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm, dengan ground clearance 159 mm. Tampilan eksteriornya mengusung garis tegas dan lampu LED ramping yang memberikan kesan elegan sekaligus sporty.
Interior mobil ini juga tidak kalah menarik. Kabin dirancang lapang dan nyaman, dilengkapi dengan sistem hiburan layar sentuh, konektivitas Bluetooth, serta fitur kontrol suara. Varian G3+ bahkan dibekali dengan panoramic sunroof dan sistem audio premium, menambah kenyamanan berkendara.
Mobil ini ditenagai oleh motor listrik bertenaga 201 hp, yang mampu melaju dengan responsif di berbagai kondisi jalan. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 51,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 402 km dalam sekali pengisian daya penuh.
Teknologi Pengisian Cepat dan Skema Kepemilikan Baru
Salah satu keunggulan utama dari G3 adalah kemampuan pengisian cepat. Dengan teknologi fast charging, baterai dapat terisi dari 20 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu 35 menit. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Untuk menawarkan solusi yang lebih fleksibel, Polytron memperkenalkan skema kepemilikan baru bernama Battery as a Service (BaaS). Melalui skema ini, konsumen dapat membeli mobil tanpa baterai dengan harga lebih terjangkau, lalu menyewa baterai secara bulanan. Pendekatan ini dinilai mampu menekan harga jual kendaraan listrik yang selama ini dianggap mahal.
Dengan skema BaaS, harga Polytron G3 dibanderol mulai dari Rp 238 juta, sedangkan G3+ ditawarkan mulai Rp 288 juta. Sementara untuk pembelian dengan baterai langsung (non-BaaS), harga G3 berkisar antara Rp 419 juta hingga Rp 459 juta tergantung varian.
Komitmen Polytron dalam Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik
Tidak hanya menjual kendaraan, Polytron juga berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan telah menyiapkan jaringan layanan purna jual dan stasiun pengisian daya di berbagai kota besar. Selain itu, Polytron juga menggandeng mitra strategis untuk pengelolaan baterai dan daur ulang, guna memastikan keberlanjutan lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Persaingan di Pasar Mobil Listrik
Kehadiran Polytron di pasar mobil listrik domestik menambah semarak persaingan yang sebelumnya didominasi oleh merek-merek asal Tiongkok seperti Wuling, BYD, dan Changan. Namun, sebagai pemain lokal, Polytron memiliki keunggulan dalam memahami karakteristik pasar Indonesia, termasuk preferensi konsumen dan kondisi geografis.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai langkah Polytron sebagai bentuk “demokratisasi elektrifikasi.” Menurutnya, semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan harga terjangkau akan mempercepat adopsi EV di kalangan masyarakat luas.
“Kompetisi yang sehat akan mendorong inovasi dan efisiensi. Konsumen akan diuntungkan dengan produk berkualitas tinggi namun tetap terjangkau,” ujarnya.
Kesimpulan
Dengan spesifikasi mumpuni, harga kompetitif, serta dukungan ekosistem yang terus dikembangkan, Polytron G3 dan G3+ menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Polytron di industri otomotif, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.











