Profil Dude Harlino, Aktor yang Diduga Terseret Kasus Dana Syariah Indonesia
Dude Harlino adalah seorang aktor ternama di Indonesia yang juga dikenal sebagai presenter. Ia terkenal karena perannya dalam berbagai sinetron dan acara hiburan. Selain itu, ia juga menjadi suami dari aktris ternama Alyssa Soebandono. Namun, kini Dude Harlino tengah dihadapkan dengan isu yang menimbulkan kontroversi, yaitu dugaan keterlibatannya dalam kasus uang macet senilai Rp1,3 triliun di Dana Syariah Indonesia (DSI).
Latar Belakang dan Karier Dude Harlino
Dude Harlino lahir pada 2 Desember 1980 di Jakarta, Indonesia. Nama lengkapnya adalah Dude Harlino, yang merupakan singkatan dari “Dua Desember”, tanggal kelahirannya. Ia berasal dari Minangkabau, khususnya dari Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatra Barat.
Setelah lulus dari Universitas Indonesia, Dude Harlino mulai memasuki dunia hiburan sejak tahun 1999. Ia mengawali karier sebagai pemain sinetron dan terus berkembang hingga menjadi aktor utama. Beberapa judul sinetron yang pernah ia bintangi antara lain Janji Hati 2 (1999), Tersanjung 2 (1999), Bidadari 1 (2000), ABG (2001), Kalau Cinta Jangan Marah (2001), dan Siapa Takut Jatuh Cinta (2002). Film layar lebar pertamanya adalah Tusuk Jelangkung (2002), namun kepopulerannya meningkat setelah berperan dalam film Di Sini Ada Setan (2003) bersama Ririn Dwi Ariyanti.
Pernikahan dan Keluarga
Pada tahun 2014, Dude Harlino menikahi Alyssa Soebandono, seorang aktris ternama. Mereka memiliki tiga orang anak, yaitu Muhammad Dirgantara, Ariendra Harlino, dan Mahendra Malik Harlino. Kehidupan keluarga mereka sering menjadi sorotan media karena hubungan mereka yang harmonis.
Keterlibatan dalam Dana Syariah Indonesia
Kini, Dude Harlino kembali menjadi sorotan karena dugaan keterlibatannya dalam kasus uang macet di Dana Syariah Indonesia. Ia mengklaim bahwa perannya hanya sebatas sebagai Brand Ambassador, bukan sebagai pihak yang terlibat langsung dalam operasional atau sistem internal perusahaan.
Menurut Dude, DSI memiliki izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam pengelolaan dana atau kebijakan perusahaan. Meski begitu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu para investor yang mengeluhkan kesulitan menarik dana mereka.
Isu Uang Macet dan Penyelesaian Masalah
Masalah mulai mencuat pada tahun 2025 ketika banyak lender mengeluhkan kesulitan menarik dana mereka. Dude Harlino mengaku menerima banyak pesan dari para investor yang meminta bantuan. Ia menyampaikan bahwa total dana yang tertahan mencapai Rp1,3 triliun, berasal dari lebih dari 4.500 lender yang tergabung dalam paguyuban.
Selama ini, telah dilakukan lima kali mediasi antara Dana Syariah dan perwakilan lender, tetapi belum ada penyelesaian konkret yang memuaskan. Dalam pertemuan terakhir, Dana Syariah mentransfer Rp3,5 miliar kepada para lender, namun jumlah tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan total dana yang tertahan.
Para lender menuntut transparansi terkait data borrower, aset, dan agunan yang dijanjikan sejak awal. Mereka juga mempertanyakan sistem pengawasan yang dianggap gagal memberikan peringatan dini. Dude Harlino menyatakan kekecewaannya terhadap hal ini dan berharap ada perhatian serius dari regulator dan pemangku kepentingan agar hak masyarakat dapat dikembalikan.
Penutup
Dude Harlino berjanji akan terus menyuarakan aspirasi para lender semampu yang ia bisa. Ia menegaskan bahwa ia akan terus berjuang untuk mendapatkan penyelesaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.
