CuacaNasional

Siklon Tropis 965 Berpeluang Rendah, Aceh Hanya Berpotensi Hujan

Informasi Cuaca dan Peringatan Dini dari BMKG

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dedi Ardana, menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 965 yang terpantau terbentuk pada Rabu (24/12/2025) tidak memberikan dampak langsung terhadap wilayah Aceh. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena adanya potensi intensitas hujan sedang hingga lebat di wilayah pesisir barat dan selatan Aceh dalam 1–2 hari ke depan.

Bibit siklon ini dinilai memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh. Meski demikian, kondisi atmosfer di sekitar bibit siklon 965 menunjukkan peningkatan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir di beberapa wilayah pesisir.

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh Selatan, Singkil, Subulussalam, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Potensi yang sama juga dapat terjadi di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, serta wilayah lainnya pada Minggu (28/12/2025).

Sementara itu, cuaca di perairan Banda Aceh-Sabang diperkirakan akan mengalami hujan petir pada Sabtu (27/12/2025). Tinggi gelombang diperkirakan mencapai kategori sedang, yaitu 1,25-2,5 meter, dengan kecepatan angin 12-16 knot dan suhu udara mencapai 29 derajat Celsius.

Imbauan untuk Masyarakat

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terus-menerus atau berlangsung dalam durasi lama. Masyarakat di daerah pegunungan diminta untuk meninggalkan lereng dan wilayah aliran sungai jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik.

Selain itu, BMKG juga mencatat adanya tujuh titik panas di Aceh, sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS.

Perbandingan dengan Fenomena Sebelumnya

Sebagai perbandingan, BMKG juga menyinggung fenomena sebelumnya, yakni Siklon Tropis GRANT. Siklon ini berkembang dari bibit siklon 935 yang mulai tumbuh sejak 11 Desember 2025 di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Setelah mengalami penguatan bertahap, bibit tersebut akhirnya mencapai intensitas siklon tropis penuh pada 23 Desember 2025. Posisi siklon ini berada di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dengan kecepatan 40 knot atau 75 km/jam.

“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis GRANT diprediksi akan meningkat perlahan dalam 24 jam menjadi kategori 2,” ujar Dedi. Dampak tidak langsung dari siklon ini terjadi hingga 26 Desember pukul 19.00 di perairan barat Bengkulu dan Lampung, serta perairan selatan Banten hingga Jawa Barat.

Exit mobile version