Olahraga

Syakira Adibah Febriany: Bocah Kuningan dengan 10 Medali Jabar

Atlet Cilik Kuningan yang Menginspirasi dengan Prestasi Menggembirakan

Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan kembali menghadirkan atlet cilik yang memiliki prestasi luar biasa. Ia adalah Syakira Adibah Febriany, seorang gadis kecil yang dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat dan disiplin. Dari usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa bakat besar bisa lahir dari pengasuhan yang baik dan latihan yang konsisten.

Syakira lahir pada tanggal 16 Februari 2014. Sejak kecil, ia menunjukkan sifat yang energik dan penuh antusiasme. Sebagai putri dari pasangan Irpan Parihin dan Eva Fitrianingsih, ia mendapatkan dukungan penuh dari orang tua untuk mengejar hobinya. Dari berbagai olahraga yang tersedia, Syakira memilih pencak silat sebagai jalan hidupnya. Melalui seni bela diri asli Nusantara ini, ia belajar tentang keberanian, ketangkasan, serta rasa hormat terhadap sesama.

Saat ini, Syakira aktif sebagai siswi MI PUI Kramatmulya. Di sekolah, ia dikenal sebagai anak yang ceria namun sangat disiplin. Karakter Aquarius yang kreatif dan pantang menyerah terlihat jelas setiap kali ia mengenakan seragam kebanggaan pangsi silat PBSS Kuningan. Di sanalah tempat ia bernaung, berlatih, dan mengasah kemampuannya hingga menjadi lebih tajam.

Prestasi Syakira tidak datang dalam semalam. Ia adalah petarung yang rajin berpindah dari satu gelanggang ke gelanggang lainnya. Di usianya yang masih belia, ia sudah memiliki jam terbang yang cukup lumayan karena tidak hanya bertanding di kandang daerah sendiri saja melainkan juga di luar daerah. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilannya meraih Juara II Tanding Usia Dini II Kelas D Putri pada Kejurda se-Jawa Barat di Bandung.

Medali dari Kota Kembang tersebut menjadi awal dari rentetan panjang kemenangannya. Langkahnya tidak berhenti sampai di situ. Di Kabupaten Majalengka, ia kembali menunjukkan taringnya dalam ajang Karuhun Padjadjaran dan sukses membawa pulang medali perak setelah bertarung sengit di kelas E Putri. Konsistensinya pun teruji saat berhasil naik podium di Cirebon Competition Challenge sebagai Juara III.

Kehebatan Syakira semakin terbukti saat bertanding di tanah kelahirannya sendiri. Pada ajang Jawara Kuningan, dirinya sukses menyabet dua gelar sekaligus dengan gemilang sebagai Juara I kategori Tanding Kelas C Putri serta meraih Juara II kategori Ganda Putri. Keberhasilan ganda ini menunjukkan Syakira adalah atlet yang sangat komplit.

Tahun 2025 menjadi puncak performa Syakira. Dalam ajang bergengsi Bupati Cup 2025 se-Jawa Barat, namanya harum di dua kategori berbeda. Syakira sukses meraih Juara I Seni Ganda Putri Tangan Kosong. Kategori ini menuntut presisi dan harmoni gerakan yang sempurna dan berhasil mengeksekusinya dengan indah.

Selain gelar juara seni, ia juga mengukuhkan diri di kategori fisik. Syakira meraih Juara II Tanding Kelas G Putri pada ajang yang sama. Keberhasilan memborong podium di tingkat provinsi tersebut semakin menguatkan statusnya sebagai salah satu pesilat cilik yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tak lama setelah itu, ia kembali menambah koleksi medalinya melalui ajang Brimob Championship Cirebon dan Indramayu Championship.

Jika dijumlahkan, total medali yang telah dikoleksi Syakira kini mencapai 10 buah. Semua diraih di berbagai tingkatan regional yang kompetitif. Angka ini merupakan pencapaian fantastis bagi seorang siswi MI. Setiap medali tersebut adalah saksi dari latihan keras yang dijalani di sekolah dan sentra perguruan. Ia berlatih fisik, mengasah teknik bantingan hingga membangun ketahanan mental yang kuat.

Di balik sosoknya yang tangguh di gelanggang, Syakira adalah pengagum berat Wewey Wita. Ia sering menyaksikan rekaman pertandingan sang legenda silat Indonesia tersebut bahkan mempelajari teknik serangan yang efektif dan cara bertahan yang kokoh. Idola inilah yang memicu semangatnya untuk terus bermimpi menjadi atlet nasional di masa depan.

“Prinsip hidup saya adalah kesuksesan yang besar berawal dari langkah kecil. Semoga kelak setelah dewasa, kemampuan saya di olahraga pencak silat bisa seperti Teh Wewey Wita,” tutur Syakira Adibah Febriany.



Exit mobile version