Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet
Evakuasi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridah Ali Razan, berlangsung dengan lancar. Tim SAR berhasil membawa jasad pendaki berusia 18 tahun tersebut dari lereng gunung ke Basecamp Gunung Malang. Setelah itu, jenazah Ali langsung dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga untuk proses lebih lanjut.
Budiono, kepala Kantor SAR Semarang, menjelaskan bahwa jenazah Ali ditemukan di lereng gunung tidak jauh dari batas vegetasi. Lokasi penemuan berada di sisi selatan lereng, tepatnya di jalur turun menuju Basecamp Gunung Malang. Namun, lokasi ini berbeda dari rute pendakian yang direncanakan oleh Ali.
”Lokasi jatuhnya Ali berada sisi selatan lereng di jalur turun menuju Basecamp Gunung Malang yang berarti bukan jalur saat Ali mendaki yakni via Basecamp Dipajaya,” kata Budiono dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis sore (15/1).
Meski jenazah Ali ditemukan sejak kemarin (14/1), evakuasi tidak dapat dilakukan di hari yang sama. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, medan ekstrem, serta kesulitan dalam mengakses titik persis jenazah. Untuk memastikan keselamatan regu pencari, Tim SAR perlu melakukan persiapan yang matang.
”Evakuasi akhirnya bisa dilakukan pada Kamis pagi sekira pukul 07.00 WIB. Dari kedalaman jurang. Tim SAR bahu-membahu membawa tubuh siswa kelas XII SMAN 5 Magelang tersebut menuju Basecamp Gunung Malang di Purbalingga,” jelas dia.
Beruntung, cuaca hari ini cukup cerah sehingga mempermudah tim dalam melaksanakan evakuasi. Pada pukul 14.30 WIB, jenazah Ali tiba di Basecamp Gunung Malang. Jenazah Ali dipastikan dalam kondisi utuh dan mudah dikenali oleh petugas.
”Alhamdulillah Kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah untuk dikenali. Untuk penyebab meninggalnya korban dari pihak rumah sakit Goeteng Purbalingga yang akan merilisnya,” lanjutnya.
Atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR terhadap Ali, Budiono menyampaikan terima kasih. Termasuk kepada para relawan yang terus melakukan pencarian selama lebih dari 2 pekan. Setelah diperiksa dan dilaksanakan pemulasaraan jenazah di RSUD Goeteng Purbalingga, jenazah Ali akan langsung dibawa ke rumah duka di Magelang.
”Sehingga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga. Sekali lagi kami dari Basarnas mengucapkan terimakasih dan semoga kejadian ini tidak terjadi lagi dimasa depan,” harapnya.
Rencana Pendakian dan Pencarian Awal
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ali melakukan pendakian bersama rekannya, yang bernama Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12) melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian bolak-balik atau naik-turun dalam satu hari.
Namun, keduanya tidak kunjung turun. Proses pencarian kemudian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk relawan mandiri, Tim SAR, BPBD, serta dukungan Pemkot Magelang. Pada Selasa (30/12), Himawan ditemukan pendaki lain di sekitar Pos 5 Gunung Slamet dalam kondisi lemah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menyebutkan bahwa sejak laporan hilangnya Ali, BPBD Kota Magelang secara aktif mengirim personel untuk membantu pencarian.
”Sejak 30 Desember, kami mengirim personel, awalnya 5 orang dan kemudian bertambah hingga total 11 personel,” ujarnya.
