BeritaBisnisFilmInternasionalKeuangan

Paramount ungguli Netflix, siap beli Warner Bros senilai Rp1.800 triliun!


JAKARTA — Persaingan perebutan kepemilikan Warner Bros. kian memanas setelah Paramount Skydance Corp. mengajukan tawaran pengambilalihan paksa senilai US$108,4 miliar atau sekitar Rp1.800 triliun. Tawaran ini mencakup utang dan menawarkan harga US$30 per saham, yang lebih tinggi dibanding tawaran Netflix sebesar US$27,75 per saham. Tawaran Paramount menantang kesepakatan yang telah disepakati oleh Warner Bros. dengan Netflix.

Tawaran Paramount melibatkan seluruh aset Warner Bros., termasuk lini studio Hollywood, HBO, dan bisnis streaming. Sementara itu, Netflix hanya membidik beberapa divisi tertentu dari perusahaan tersebut. Dalam dokumen yang diajukan ke regulator, Paramount menyebutkan bahwa pendanaan akuisisi berasal dari berbagai sumber, seperti keluarga Ellison, dana kekayaan negara Timur Tengah, serta investor lainnya. David Ellison, CEO Paramount, adalah putra dari Larry Ellison, pendiri Oracle Corp.

Beberapa waktu lalu, Tencent Holdings Ltd., perusahaan teknologi asal Tiongkok, sempat terlibat dalam pendanaan, tetapi kemudian mundur dari konsorsium. “Kami percaya para pemegang saham Warner Bros. berhak mempertimbangkan penawaran tunai penuh kami yang lebih unggul untuk seluruh perusahaan,” ujar Ellison dalam pernyataannya.

Pertarungan antara Paramount dan Netflix diyakini akan mengubah wajah industri hiburan global. Jika berhasil, Netflix akan memiliki akses yang lebih besar terhadap konten streaming, sedangkan Paramount ingin menggabungkan dua studio legendaris Hollywood untuk bersaing dengan raksasa seperti Disney dan Amazon.

Baik Paramount maupun Netflix menghadapi tantangan regulasi, termasuk kekhawatiran antimonopoli. Kedua pihak juga melakukan upaya politik untuk mendapatkan persetujuan regulator. Paramount, yang merupakan induk dari CBS dan MTV, telah mulai proses akuisisi beberapa bulan lalu. Perusahaan membuka peluang dijual pada Oktober dan menerima beberapa penawaran, termasuk dari Netflix dan Comcast. Namun, Comcast menyatakan peluangnya sangat kecil.

Saham Warner Bros. naik 4,1% ke US$27,15, sementara saham Paramount melonjak 9,9%. Sementara itu, saham Netflix turun 4,3%. Meskipun tawaran Paramount lebih tinggi, analis memperkirakan bahwa penawaran Netflix justru lebih menarik karena rencana pembagian unit jaringan televisi kabel seperti CNN, TNT, dan Discovery Channel.

Paramount mengklaim bahwa tawarannya memberikan tambahan US$18 miliar dalam bentuk tunai bagi pemegang saham. COO Paramount, Andy Gordon, menyatakan masa penawaran akan dibuka selama 20 hari kerja dan dapat diperpanjang. Warner Bros. memiliki waktu 10 hari untuk memberikan respons.

CEO Netflix, Ted Sarandos, diketahui telah mendekati Presiden AS Donald Trump, termasuk bertemu di Gedung Putih dan klub Mar-a-Lago. Di sisi lain, Ellison menyebut hubungan keluarganya dengan Trump baik, bahkan menantu Trump, Jared Kushner, terlibat dalam penawaran Paramount melalui Affinity Partners.

Jika Warner Bros. membatalkan kesepakatan dengan Netflix, perusahaan harus membayar biaya pembatalan sebesar US$2,8 miliar. Sementara itu, Netflix berkomitmen membayar US$5,8 miliar jika kesepakatan gagal karena alasan dari pihak Netflix atau tidak lolos persetujuan regulator.

Menurut sumber internal, Warner Bros. baru akan mempertimbangkan kembali penjualan kepada Netflix jika menerima penawaran sekitar US$33 per saham. Paramount juga menyatakan tidak memperkirakan adanya peninjauan oleh CFIUS terkait sumber pendanaan internasional.

Analis eMarketer Ross Benes mengatakan, proses akuisisi masih jauh dari selesai. “Netflix saat ini unggul, tetapi masih akan ada banyak tikungan sebelum garis akhir. Paramount akan berupaya menarik simpati pemegang saham, regulator, dan politisi untuk menghambat Netflix.”

Data pasar dari Polymarket menunjukkan peluang Netflix menuntaskan akuisisi hingga akhir 2026 hanya 16%, turun dari sekitar 23% sebelum Paramount melayangkan tawaran bermusuhan.

Exit mobile version